Perkembangan Manusia Mulai Periode Prenatal Hingga Masa Dewasa
Pembagian rentang kehidupan ke dalam sejumlah periode merupakan suatu konstruksi sosial. Di Indonesia, pembagian secara formal sejauh ini tampaknya juga belum ada. Hanya saja kita mengenal adanya beberapa istilah yang menggambarkan rentang usia tertentu, seperti batita, balita, ABG (Anak Baru Gede), dan lansia. Dalam masyarakat Barat, periode rentang kehidupan dibagi ke dalam delapan periode (Papalia dkk., 2009), yang meliputi periode pranatal, bayi dan toddler, kanak-kanak (awal dan akhir/usia sekolah), remaja, dewasa muda, dewasa madya, dan dewasa akhir. Terkait dengan perkembangan anak, berikut ini akan diuraikan secara khusus perkembangan anak dari masa pranatal hingga remaja.
1. Periode Pranatal: dari konsepsi hingga lahir.
Periode ini berlangsung kurang lebih sembilan bulan di dalam kandungan. Pada periode ini, perkembangan berlangsung paling cepat, diawali dari satu sel organisme hingga berkembang menjadi janin dengan kapasitas-kapasitas yang penting untuk menyesuaikan diri dengan dunia di sekitarnya.
2. Periode Bayi
Periode bayi dibagi menjadi dua yaitu periode infancy ( dari lahir – 2 bulan) dan periode bayi ( 2 bulan – 2 tahun).
a. Periode/Tahapan Infancy (dari lahir – 2 bulan)
Periode infancy merupakan periode yang paling pendek dibandingkan periode-periode perkembangan lainnya. Periode ini berlangsung sejak kelahiran hingga bayi berumur 2 minggu. Periode ini merupakan periode penyesuaian diri, dimana bayi harus menyesuaikan diri terhadap kehidupan baru di luar rahim ibunya, dimana bayi hidup selama 9 bulan. Karakteristik Periode Infancy Periode infancy merupakan periode penyesuaian yang radikal.
b. Periode/Tahapan Bayi (2 bulan – 2 tahun)
Periode bayi merupakan periode pertumbuhan dari perkembangan yang cepat. Bayi pada periode ini mengalami pertumbuhan dan pengalaman fisik dan psikologik yang cepat. Hal mana menyebabkan suatu perubahan, tidaka hanya meliputi penampilan tetapi juga kemampuan-kemampuan yang dimilikinya.
3. Tahapan Perkembangan Kanak-Kanak (2 tahun – 12/3 tahun)
Periode anak dimulai apabila anak mulai dapat “berdiri sendiri‟ hingga mencapai kematangan (2 – 12/13 tahun). Periode anak terbagi 2 yaitu :
a) Periode anak awal (Early Childhood) 2 tahun – 6 tahun.
Para guru atau pendidik menyebut periode ini sebagai usia pra sekolah (preschool age), yaitu periode persiapan untuk masuk sekolah dasar. Biasanya anak-anak usia 2-6 tahun memasuki Taman Kanak-Kanak. Sedangkan para psikolog memberikan istilah kepada periode prasekolah ini, sebagian usia pra gang (pregang age). Dikatakan demikian, karena pada periode ini, anak-anak harus mulai belajar dasar-dasar tingkah laku sosial sebagai persiapan untuk penyesuaian dirinya terhadap kehidupan sosial yang lebih tinggi nanti setelah dewasa.
b) Periode anak akhir (Late Childhood) 6/7 tahun – 12/13 tahun.
Periode anak akhir dimulai ketika anak memasuki Sekolah Dasar dan berakhir ketika mereka mengalami kematangan seksual. Seperti halnya periode anak awal, periode inipun mempunyai beberapa istilah. Para guru atau pendidik menyebut periode ini sebagai periode anak usia Sekolah Dasar sebab pada saat ini mereka mulai memasuki sekolah dimana akan mendapatkan pengetahuan penting yang berguna bagi kehidupan kelak.
4. Periode/Tahapan Perkembangan Remaja/ Pubertas (11/12 tahun – 15/16 tahun)
Pubertas, merupakan periode remaja awal yang ditandai denngan perubahan dalam penampilanfisik dan fungsi fisiologik, yang memungkinkan setiap remaja mempunyai bentuk dan fungsi tubuh sesuai dengan jenis kelaminnya. Perubahan dalam bentuk fisik biasanya meliputi propesi muka dan badan serta penampilan sesuai jenis kelamin (dikenal dengan istilah karateristik seks skunder) karateristik seks skunder, biasanya pada remaja putri ditandai dengan pembesaran buah dada, pinggul, perubahan bentuk tangan dan kaki (lebih menampakakn penimbunan lemak), sedangkan pada masa remaja putra mengalami pembesran suara, tumbuh bulu dikaki, dada dan kumis.
5. Periode Remaja (usia 13/14 s/d 18/21 tahun)
Remaja dalam sisi Psikologis harus mampu mempersiapkan diri untuk menjadi individu yang kuat dalam menjalankan kehidupan remaja, orangtua harus mendidik anak menjadi anak yang matang dalam menjalankan usia baligh dan menuju usia kematangan usia dewasa .
6. Periode Dewasa
Periode dewasaPeriode dewasa merupakan periode yang terpanjang dalam keseluruhan life span seorang individu, yaitu antara kurang lebih 18 tahun sampai individu itu meninggal. Menurut E. Hurlock (1983, halaman 265) masa dewasa terbagi beberapa periode yaitu:
1) Periode Dewasa Awal (Early Adulthood) : 18 tahun – 40 tahun
2) Periode Dewasa Madya (Middle Adulthood) : 40 tahun – 60 tahun
3) Periode Dewasa Akhir (late Adulthood/old Age) : 60 tahun – meninggal
1) Periode Dewasa Awal (Early Adulthood) : 18 tahun – 40 tahun
Periode dewasa awal sering juga disebut Early Adulthood. Perkataan „adulthood‟ berasal dari kata kerja „adultus‟ yang berarti “tumbuh dan mencapai ukuran serta kekuatan yang penuh”, dengan perkataan lain, menjadi matang. Oleh karena itu orang dewasa adalah individu-individu yang telah menyelesaikan pertumbuhannya dan siap menerima statusnya di lingkungan sosial bersama-sama orang-orang dewasa lainnya.
2) Periode Usia Madya (Middle Age) (40 tahun sampai 60 tahun)
Periode ini di tandai dengan munculnya perubahan-perubahan jasmaniah / fisik dan mental, demikian pula di akhiri dengan hal-hal tersebut. Pada usia 60 tahun biasanya terjadi penurunan kekuatan / tenaga yang sering di ikuti dengan berkurangnya kewaspadaan mental
3) Periode Dewasa Akhir (Usia 60 Tahun sampai Meninggal)
Periode dewasa akhir di sebut juga masa tua. Meskipun batas antara masa dewasa madya dan dewasa akhir ialah usia 60 tahun, namun banyak orang yang berusia 60 tahun tidak menunjukkan segala-segala fisik maupun mental dari ketuaan. Mungkin hal ini di sebabkan karena kondisi kehidupan yang lebih baik, sehingga banyak dari kelompok ini baru memperlihatkan gejala-gajala tua setelah mengijak usia 70 tahunan atau paling cepat pada usia 65 tahun. Oleh karena itu ada kecendrungan untuk menetapkan usia 65 tahun sebagai batas awal periode usia tua/lanjut.
Daftar pustaka
Hurlock B.E. (2012). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Ed. Lima. Jakarta: Erlangga.
Jannah.M., Yacob.F.Julianto (2017). Rentang Kehidupan Manusia (Life Span Development) Dalam Islam. Jurnal UIN Ar Raniry (Unisversitas Islam Negeri)
Komentar
Posting Komentar